Lembanga Keuangan Desa

  
   Lembaga Keuangan Desa (LKD) adalah lembaga bentukan desa yang menangani permodalan dalam rangka pengembangan usaha masyarakat desa. Di tahun 2010, PT Arutmin Indonesia melalui Himpunan Pemberdayaan Masyarakat Tambang (HPMT) menyalurkan bantuan CSR berupa modal kepada 6 Lembaga Keuangan Desa (LKD) secara bertahap dengan total sebanyak Rp. 941.138.000 (Sembilan Ratus Empat Puluh Satu Juta Seratus Tiga Puluh Delapan Ribu Rupiah) hingga tahun 2017. Adapaun kelima LKD tersebut adalah LKD Desa Sungai Baru, Pandansari, Asamasam, Salaman, Riam Adungan dan Asri Mulya.
   Sebelum diberikan modal, pengurus LKD mendapatkan training manajemen pengelolaan LKD selama 3 hari di Asrama Haji Banjarbaru dibawah binaan Corporate Forum for Community Development (CFCD) dari Jakarta. Setiap LKD mendapatkan computer beserta kelengkapannya dan software transaksi keuangan yang dikemas dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM). Dengan adanya software ini, LKD menjadi akuntable dan transparan karena setiap transaksi tercatat di computer sehingga mencegah terjadinya penyalahguanaan.
    Masyarakat yang ingin memanfaatkan LKD bisa mengikuti prosedur yang telah ditetapkan seperti: penyaluran dana melalui kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 5 – 10 orang dengan satu orang ketua dan bendahara. Mengajukan permohonan pembiayaan dengan melampirkan fotokopi KTP dan mengisi formulir business plan yang sudah disediakan. Hingga saat ini telah terbentuk 97 kelompok binaan LKD dengan berbagai macam usahanya.